Part 10: Kembali ke Masa Kini

Dirly menutup sejenak matanya, membiarkan ingatan masa lalunya perlahan memudar. Suara azan magrib dari masjid dekat rumah membuyarkan lamunannya. Ia tersenyum tipis, menyadari betapa waktu berjalan begitu cepat. Dari seorang anak kampung yang sederhana, kini ia tumbuh menjadi pemuda yang penuh pengalaman dan pelajaran hidup.

Di meja kerjanya, beberapa catatan tentang rencana kegiatan sosial yang sedang ia susun masih terbuka. Dirly sadar, semua perjalanan panjangnya, mulai dari masa kecil, masa sekolah, hingga pertemuan-pertemuan penting, membentuk dirinya menjadi pribadi yang sabar dan peduli pada sekitar.

Malam itu, sambil menatap lampu jalan yang mulai menyala, Dirly bergumam pelan, "Ternyata semua yang sudah kulewati tidak sia-sia. Setiap langkah kecil dulu menuntunku sampai ke titik ini."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal Hati

Menanti Mu

Aku Bermimpi